Kalo lihat temen2...kok kayaknya pada gampang banget pada pindah kerja...begitu ga betah disini, pindah kesana...begitu g betah lagi pindah lagi.tapi aku........dah hampir 2 tahun ini pingin pindah kerja,dah lamar ke beberapa perusahaan, dah berapa kali ikut tes kerja...bahkan sampai ke Suranbaya yang begitu jauh pun aku jalani,tapi lom pernah ada yang lolos.Apakah memang takdir rizki aku masih di t4 ini?ataukah aku memang orang yg kurang bersyukur, sehingga mencari dan terus mencari?apakah aku tidak pernah iklas menjalani pekerjaan sekarang sehingga menjadikan aku tidak betah lagi bekerja disini, atau aku kurang dalam usaha untuk mendapatkan pekerjaan di t4 lain itu?kadang aku bingung dengan diri ini.banyak rencana aku susun, aku buat target...tapi.....sampai saat ini tak satupun tercapai..Ya Allah berikan ketabahan dan kesabaran, serta rasa bersyukur pada diri ini, sehingga tidak selalu mengeluh dan mengeluh atas takdir-Mu.Atau saking banyaknya dosa diri ini??sehingga terhalangi jalan rizki dan tertutup pintu doa2 yang dipanjatkan??
Jumat, 09 Oktober 2009
KURANG IKHLAS/TIDAK BERSYUKUR/KURANG SABAR
Diposting oleh Djumadi di 21.29 0 komentar
Label: aktifitas harian
Minggu, 19 Juli 2009
Sebuah Tantangan
Hari jumat akhirnya tiba juga buat aku menjalani sebuah tantangan itu.Karena ga tau tempat yang dituju, terpaksa deh merayu dan membujuk temen buat jadi ojek.Untukngnya ada temen yang baik hati mau menolong diri ini.Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan melelahkan dan macet yang bikin puyeng sampe juga aku di tempat yang dituju.Setelah menunggu lumayan lama datanglah orang yang aku tunggu.Akhirnya dimulailah perbincangan ini. Duer.........ternyata jauh dr yang aku bayangkan.Tawaran yang semula datang hanya staff biasa,t api.................. setelah melihat diriku dan melakukan interview tawaran malah berubah naik 100", Manager Operasional.Kupikir muungkin ini memang kesempatan buat aku, ya udah kepalang tanggung, dah kadung datang.Setelah selesai akhirnya tinggal nunggu saat untuk uji psikotest minggu depan.Smoga Allah mudahkan jalan buat melalui semua ujian ini. Tapi jika memang bukan rejeki, semoga aku tetap bisa menerima dengan ikhlas atas keputusanMU.
Diposting oleh Djumadi di 07.21 0 komentar
Label: kegiatan harian
Rabu, 08 Juli 2009
Suplemen Jiwa
Sejak membaca buku Andre Wongso, aku jadi semakin termotivasi dalam menjalani hidup ini.Yah banayk hikmah dan pelajaran yang bisa aku petik dr buku dia.Salah satu hal yang paling aku ingat dan terngiang ngiang di otak adalah sebuah kalimat motivasi dr dia " jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda dan sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri maka dunia akan lunak kepada anda".Saya berfikir keras atas kalimat itu.Apakah saya sudah berlaku keras pada diri saya sendiri?jawaban jujur dari hati yang paling dalam adalah BELUM.Saya merasa saya terlalu lemah pada diri sendiri, terlalu memanjakan diri.Tidak bisa memaksa diri untuk disiplin.Perlahan tp pasti saya mulai merasa jika kegagalan dan kegagalan yg selalu saya hadapi saat ini adalah karena dari diri saya sendiri, bukan dari orang lain.Mulai hr ini saya harus bisa berlaku keras pada diri sendiri, agar dunia tidak berlaku keras terhadap saya.Bangun tidur pagi bobo lagi, sungguh pekerjaan yang sia sia dan membuat jadi malas.Aku harus bisa membuang satu kebiasaan jelek ini, aku harus bisa memaksa diri sendiri.Orang lain saja terkadang bisa memaksa aku, kenapa aku tidak bisa memaksa diri sendiri???Semoga mulai hari ini dan selanjutnya aku bisa lebih keras pada diri sendiri,sehingga kesuksesan dunia akhirat dapat kuraih
Diposting oleh Djumadi di 22.41 1 komentar
Label: kapsul Jiwa
Selasa, 07 Juli 2009
Come Back to "Desa"
Smalam abis nganterin temen mudik.Dia memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan untuk menilih memulai hidup baru di Desa kembali.Memang penghuni kota Bekasi ini sudah penuh sesak, aku salut sama temenku dia berani memutuskan kembali ke Desa disaat orang lain berbondong bondong datang ke kota untuk mengadu nasib, padahal dia sudah ada pekerjaan tetap di kota ini ( Bekasi ).Saat melihat dia naik bis membawa 2 tas besar + 1 kardus yg lumayan besar, ada rasa haru dan kasihan.Tapi aku juga senang, ada pemuda yang punya pikiran lebih baik kembali ke Desa.Aku membayangkan seolah dia seorang pahlawan yang baru pulang dari medan perang dan ditunggu penuh harap oleh sanak sodara di kampung halaman.Semoga bisa sukses yah buat kamu.Sementara aku??????Banyak rencana ada di otakku, tapi sampe saat ini belum ada satupun yang dapat terealisasi.Setelah melihat temenku naik Bis aku lanjutkan perjalanan ke kampus, sambil dalam pikiran terus berfikir, kapan yah aku bisa kaya dia, kembali ke kampung halaman.Memajukan Desa tempat aku dilahirkan dan dibesarkan.Mengurangi kepadatan penduduk kota, serta meratakan penyebaran penduduk ( he he ha idealis banget sieh aku yah)?Tetapi aku tetep meniatkan dalam hati untuk kembali saja ke Desa setelah lulus kuliah dan meninggalkan pekerjaan disini.Aku melihat sungguh benar benar padat nih penghuni kota, alapagi saat ini setelah pengumuman lulus sekolah SMA dan SMK, aku yakin akan makin padat saja kota .Aku yakin seyakin yakinnya, kota masih menjadi harapan besar bagi mereka yang lulus sekolah dan tidak dapat melanjutkan kuliah.Semoga pemerintahan baru yang terpilih nanti dapat memikirkan hal ini, pemerataan lapangan kerja dan pemerataan penyebaran penduduk, walopun saat ini aku golput.Negara ini dapat dikelola dg baik, tidak hanya untuk kepentingan beberapa gelintir orang saja, tapi untuk seluruh rakyat indonesia tercinta ini.Semoga masih ada harapan untuk Indonesia lebih baik.
Diposting oleh Djumadi di 23.02 0 komentar
Label: MIMpi dan harapan
Senin, 29 Juni 2009
Pelajaran dari Sopir Angkot
Kemarin ketika pulang dari Bogor naik angkot, sembari menghilangkan rasa letih, kantuk dan panas iseng2 aku ajak ngobrol aja sopir angkotnya, kebetulan penumpang juga ga penuh.Seperti biasa obrolan awal cuma ngalor ngidul ga karuan.Ditengah obrolan, aku liat penumpang satu persatu turun dantinggal aku sendiri hingga jarak sekitar 5 km.Iseng2 aku bertanya kepada sopir angkot tersebut "Bang kalo narik cuma segini emang cukup buat setoran + beli bensin?ga rugi nih bang?"Tak kusangka jawaban yg keluar dr mulut sang sopir angkot sungguh bijaksana sekali, membuat aku termotivasi oleh kalimat2 yang dia ucapkan. dengan entengnya dia menjawab " Yah namanya orang usaha mas harus berani ambil resiko, kalo kita ga berani rugi/ga dapat hasil ya ga bakal kita bisa usaha.Percaya saja sama Allah selama nafas masih ada di raga kita pasti akan dapat rejeki buat makan, jangan takut ga bisa makan!"Sebuah jawaban singkat yg diucapkan oleh seorang sopir angkot (maaf pendidikan formalnya cuma sd) tetapi sungguh mempunyai makna yang dalam.Semoga akan selalu dapat terekam dalam memori otakku dan mengalirkan energi positif untuk mulai sebuah keyakinan dalam menjalankan usaha yang direncanakan.Terima kasih abang semoga engkau senantiasa dilindungi oleh Allah dan dimudahkan rejekinya. Amin.........
Diposting oleh Djumadi di 17.12 0 komentar
Label: aktivitas harian
Kamis, 25 Juni 2009
KANGEN NGEBLOG
Sudah lama banget nih aku ga ngeblog, kangen sebenarnya nulis smua aja yang sudah terjadi.Yang pasti mulai sekarang ga akan kutinggalkan blog tersayang ini
Diposting oleh Djumadi di 22.59 0 komentar
Senin, 16 Maret 2009
BUKU SANDIWARA LANGIT
Judul Buku : Sandiwara Langit
Pengarang : Ustad Abu Umar Basyier
Penertbi : Shofa Media Republika
Buat yang mau menikah ato yang sudah menikah kayaknya buku ini bisa dijadikan referensi yg bagus deh dibandingin beli novel2 fiksi yang ga ada manfaatnya.
Cerita bermula dari kisah seorang pemuda soleh yang bernama Rizqaan, dia berumur 18 th dan baru lulus SMU dari keluarga miskin.Dia rajin ikut kajian agama dan berkeinginan sekali memperdalam ilmu agamanya,dimulai keaktifannya sejak kelas 1 SMU.Dia ingin sekali menikah, karena takut berbuat zina, padahal belum bekerja.Dan gadis yang ingin dilamarnya adalah seorang wanita solehah dari keluarga kaya.
Tetapi syarat yang diajukan sang calon mertua sungguh tidak masuk akal, " boleh kamu nikahi putri saya dengan syarat apabila dalam waktu 10 tahun kamu tidak bisa membahagiakan putri saya secara ekonomi, kamu harus menceraikannya!"Dia akhirnya menerima "tantangan" itu setelah berkonsultasi dengan seorang Ustad.Dengan dukungan ayah dan ibunya, setelah menikah secara sederhana, dia diberikan modal untuk mengontrak rumah.Alhasil karena dia bekerja hanya serabutan perekonomian dia morat marit. Uang dr orang tuanya tinggal Rp. 100.000,- .Akhirnya setelah berfikir keras dia memutuskan menjadi penjual roti keliling.Berkat ketekunan dan kegigihannya dalam masa 3 tahun dia sudah bisa memiliki pabrik roti sendiri, di usia pernikahan menjelang 10 tahun bisa dibilang hidupnya sudah sangat mapan.Rumah tingkat. mobil Honda jazz, motor mio, semua ada di rumahnya.Akan tetapi hal ini tidak membuat dia lupa untuk terus memperdalam ilmu agama.Takdir berkata lain...................................................................
Dua hari sebelum "kesepakatan" aneh dengan sang mertua Allah mentakdirkan lain, rumah dan pabriknya terbakar ludes, ayahnya meninggal dunia, dan ibunya luka berat sehingga dirawat dirumah sakit.Ketika berada dirumah sakit datanglah sang mertua menagih janjinya ketika menikah dulu.Karena memang kondisinya sekarang sudah bangkrut dan kembali "kere" dengan berat hati dia menceraikan istrinya,karena sebagai orang beriman dia harus menepati janji.Sungguh hancur hatinya begitupula dengan istrinya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
mau tahu lebih lengkap?????Buruan deh beli bukunya ato........Pinjem aja!
Diposting oleh Djumadi di 00.43 0 komentar
