THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 15 Desember 2008

BERATNYA FITNAH WANITA BAGI SEORANG PRIA

Rasulullah pernah bersabda, bahwa beliau mengkhawatirkan fitnah yang berat bagi umatnya pada akhir zaman nanti, salah satunya adalah fitnah yang disebabkan oleh wanita.Sekarang baru aku percaya akan hal itu,kenapa...............................??????????????????ternyata aku harus mengalami hal itu saat ini.Niat baik memang tidak bisa dilihat baik oleh semua orang.Salah satunya seperti yang aku alami sekarang.Karena satu jalur dan kebetulan pulang sendiri, aku selalu ( sering ) kasih tumpangan motor pada salah satu staff di kampus ( kebetulan dia gadis umur 34 th gtu deh ).Padahal tidak ada niat sama sekali dalam hati untuk berbuat yang ga2 ama dia, aku masih setia ama istri dan anakku.hik hik hik..............Tapi gosip akhirnya menerpaku juga.Dikampus aku digosipin ada main ama dia, padahal sama sekali ga ada apapun dibalik niat baikku ini, hanya mengantar pulang, karena satu jalur, dah gtu kondisi malam, kasihan aja ama dia.Ya Allah, semoga aku bisa berlepas diri dari fitnah wanita ini.Ampunkan dosa mereka yang menyebarkan gosip ini, jauhkan hamba dari sifat tercela.Kuatkan iman hamab Untuk tetap lurus dijalanMU.

Buat istri tercinta nun jauh disana, doakan suamimu ini tidak mudah tergoda fitnah wanita yang datang menghampiri.

Rabu, 26 November 2008

PJKA...........................????????????????


Selasa malam ( 25-11-08 ) abis antar Ibu ke Stasiun Bekasi.Dari situ jadi teringat kalo lagi mudik sendiri.
Judul diatas bukan maksudnya Perusahaan Jawatan Kereta Api yang sekarang berubah PT. KAI loh, itu hanya sebuah singkatan saja.


PJKA............Aku artikan sebagai Pulang Jumat Kembali Ahad....apaan lagi?Ini adalah aktifitas sebagian perantau dari berbagai daerah yang ada di Jakarta dan sekitarnya.Mereka biasa pulang kampung sepekan sekali atau pada setiap hari jumat malam, sedangkan minggu/ahad malam mereka kembali ke Jakarta untuk memulai aktifitasnya kembali.Dan yang unik dari mereka adalah .........mereka membentuk komunitas /kelompok.Ada yang menjadi ketua kelompoknya juga loh.Fungsi dari ketua kelompok adalah mengumpulkan uang saweran ( istilahnya gtu kalo ga salah ) trus nanti buat dikasih kepada petugas pemeriksa karcis di atas kereta.Kenapa mesti ada uang saweran??????????
Karena mereka tidak pernah beli tiket resmi di loket.Aku termasuk aktivis PJKA juga loh, tapi nggak tiap pekan melainkan tiap bulan.............................................???????????????/


Jangan negatif thinking dulu, aku ga pernah mau bergabung dengan kelompok tersebut.Aku tetep beli tiket, biarpun jatah kursi sudah habis dan harus duduk pakai koran di lantai, aku tetep pilih beli tiket.Kenapa saya menulis tentang para aktivis PJKA ini??????
Karena kadang kadang mereka itu ngeselin banget, sok gtuh lagaknya itu.Saya menulis ini berdasarkan pengalaman sendiri loh, bukan kata orang.Kalo ada penumpang yang naik trus lagi cari no bangku dan kebetulan mereka sudah duduk di bangku tersebut ngomongnya itu loh ga tahan banget" gmana sih petugas masa no bangku bisa dobel"kadang kalo yang punya no bangku sama2 cowok mereka ga mau pindah loh, tapi ga mau juga nunjukin karcis, emang ga punya kali...eeeee.
Nah yang kasihan itu kalo penumpangnya lom pengalaman, mereka pasti ngalah trus cari gerbong yang agak longgar, buat duduk dilantai pakai gelaran koran bekas.Aku sebel banget kalo dah liat yang kayak gini, tapi aku ga bisa berbuat apa2 juga sih.Trus kalo lagi pemeriksaan karcis juga tuh, lagaknya itu sok banget, 2 orang biasanya jalan duluan di depan petugas trus teriak2 " karcis karcis, siapin karcisnya pemeriksaan karcis nih"sambil bangunin penumpang yang tertidur ( emang pemeriksaan karcis biasanya dah malam gtuh ).

Para petugas juga tuh, seolah sudah akrab banget sama mereka, karena dikasih upeti kali yah?rata2 perut petugas bagian pengecekan karcis gendut loh.Kalo ada penumpang yang bawa anak diatas 3 tahun ga beli tiket, pasti disuruh bayar.Emang sih aturan juga gtuh diatas 3 tahun beli tiket sendiri.Tapi masa bayarnya pakai tawar menawar sih,ujung2 ga tahu tuh masuk kemana duitnya.
KALO SEPERTI INI GIMANA PEJABAT DI PT. KAI GA BILANG RUGI TERUS????????????????????

Dan kebiasaan mereka adalah naik di gerbong terakhir ( kalao dari arah Jakarta ), kalo dari arah Semarang biasa naik di gerbong no.2.Kadang saya berfikir, kalo perilaku masyarakat aja masih kaya gini, gimana bangsa ini mau maju.Ketika ada kebijakan tertentu dr pemerintah dan masyarakat ga suka pasti demo, ketika ada pejabat korupsi pasti dibuat heboh beritanya.Tapi kita tidak pernah sadar diri, sebenarnya kita juga kadang2 yang menjadikan timbulnya korupsi.Seperti para aktivis PJKA tersebut, bukankah mereka telah mengajari dan memberikan kesempatan kepada petugas untuk korupsi.Jangan salahkan mereka kalo akhirnya korupsi merajalela.

Semoga pelayanan PT. KAI dapat ditingkatkan lebih baik lagi yah, trus para aktivis PJKA jugadapat ditertibkan, biar mereka sadar dan beli tiket resmi.Saya sebagai pengguna Kereta kadang sedih juga, kalo lagi kebelet kencing .........................aduh ga tahan deh ( khususnya kereta ekonomi ).Masa WC diisi penumpang, trus ga ada airnya.Biarpun bayar murah kami juga butuh pelayanan yang baik, jangan mentang2 tiketnya murah trus pelayanan juga murahan.


SEMOGA PENGALAMAN INI BERMANFAAT UNTUK ORANG YANG MEMBACA YAH....

Kamis, 13 November 2008

BOS MINTA MAAF,,,,KENAPA TIDAK?????

Hari ini, secara tidak sengaja saat saya ke ruang accounting saya melihat sebuah majalh yang sudah "kadaluwarsa".Tapi ada sesuatu yang menarik disana buat saya, walaupun majalah tersebut marketnya adalah wanita.Tapi topik yang satu ini sangat menarik buat saya, kenapa????karena saya punya impian jadi pengusaha, punya anak buah dan mengendalikan bisnis saya pribadi sepenuhnya ( mimpi kaliee yah )? Tapi paling tidak ada manfaat yangd apat saya ambil dari isi majalah tersebut.Disini saya akan coba tulis ulang isi dari majalah tersebut>


Femina .No.07/XXXVI.14-20 Februari 2008 halaman 58 s/d 59.


Ungkapan maaf bisa membuat hubungan atasan dan bawahan semakin solid.

Ungkapan bahwa bos tak pernah salah, tidak berlaku lagi.Bahkan, menurut Sylvina Savitri, konsultan EXPERD, jika melakukan suatu kesalahan, atasan bisa menggunakan kesempatan itu untuk menunjukkan bahwa ia bisa menjadi role model bagi anak buahnya.Dengan meminta maaf, berarti ia menularkan kebudayaan yang baik di perusahaan.

LEWAT BERBAGAI CARA
Saat meminta maaf , seorang atasan bisa mendapatkan reaksi berbeda dari staff.Bisa jadi penerimaan yang baik atau justru sikap yang dingin.Namun, bagi seorang staff, permintaan maaf dari seorang atasan adalah suatu bentuk feedback , tak berbeda dari pujian atau kritikan.Mendapatkan feedback akan membuat seorang staff merasa menjadi seseorang yang diperhatikan.
Banyak cara meminta maaf.Secara langsung maupun tertulis."Jika belum terbiasa meminta maaf secara langsung, meminta maaf lewat kartu pun tidak masalah",kata Sylvana. Saat menyampaikan maaf secara tertulis, seorang atasan bisa mengandalkan kata kata yang menyentuh.Bisa dimulai dari menjelaskan duduk persoalan secara singkat dan diakhiri oleh kata kata, "Saya menyesal,"atau "I apologize."
Bahkan, meminta maaf lewat sikap, boleh saja dilakukan, daripada tidak sama sekali.Caranya, bisa memulai pembicaraan dengan topik baru, dibarengi sikap melunak.Bisa juga dengan menanyakan kabar bawahan dengan nada hangat, dikeesokan harinya.
Namun, apapun cara meminta maaf yang dipilih, sebaiknya tidak disertai sikap defensif.Misalnya, mencari kambing hitam atas kekeliruan.. Atau, mengungkapkan kata kata,"saya minta atas kekeliruan data saya kemarin.Sebenarnya itu juga karena informasi dari klien sudah terlambat sekali." Meskipun sikap defensif adalah reaksi natural, hal itu bisa menurunkan nilai tulus dari permintaan maaf.

MEMBANGUN KEPERCAYAAN
Permintaan maaf yang disertai solusi boleh saja dilakukan, jika dianggap perlu.Sebagai atasan, sebaiknya juga menunjukkan power , dengan menyampaikan alasan permintaan maaf.
Misalnya, Jeihan, yang mengaku emosional dan marah pada staffnya.Penyebabnya, staffnya tidak menjalan kan tugas sesuai instruksi, sehingga hasil kerjanya kurang memuaskan.Setelah mampu meredam emosi,ia menyadari, kemarahannya telah menyakitkan hati orang lain.Ia datang ke meja staffnya dan mengucapkan,"maaf, tadi reaksi saya berlebihan.Mestinya saya tidak bersikap demikian.Namun, Anda tetap harus menyelesaikan masalah, dengan mengerjakan tugas sesuai instruksi saya sebelumnya, ya."
Menurut Sylvana, jangan mempercayai pendapat bahwa dengan berjalannya waktu akan membuat orang lupa pada suatu peristiwa pahit.Berawal dari sakit hati, hubungan bisa merenggang."Padahal, seorang atasan harus bisa menggerakkan seluruh staffnya untuk mencapai target."ungkap Sylvia.
Sebaliknya, atasan yang terbiasa meminta maaf, berarti menggunakan kesempatan untuk membangun kepercayaan."Semua orang paham,tidak mudah meminta maaf.Karena itu, atasan yang mampu meminta maaf dengan tulus, berarti ia telah menunjukkan jiwa besar.Hal itu akan memperkuat hubungan atasan dan bawahan,serta menciptakan rasa saling percaya."tambah Sylvia.
Atasan yang bersikap demikian,bisa memperdalam hubungan dengan para staffnya.Hubungan yang awalnya hanya sekedar basa basi, bisa bergeser lebih dekat..Kedekatan itu akan lebih mempermudah atasan untuk berkomunikasi, saat harus memberikan arahan.Namun,kemampuan itu memang memerlukan latihan.Makin matang seorang atasan ,makin mudah ia meminta maaf kepada siapapun, termasuk kepada staffnya..Namun, sebaiknya kemampuan itu disertai sikap sungguh sungguh.
Seorang atasan yang mampu meminta maaf, diibaratkan Sylvana seperti melakukan bounceback."Ia akan bisa meloncat lebih tinggi.Baik dalam bentuk ketrampilan pribadi, maupun mendapatkan simpati karena performanya sebagai atasan yang profesional.:




TIPS :
1. Meminta maaf akan lebih mudah dilakukan, bila anda yakin sikap itu akan membuahkan sebuah kemajuan bagi tim, bukan berarti untuk menjatuhkan reputasi anda sendiri.
2. Jangan biarkan persoalan berlarut larut.Lebih baik langsung menyampaikan maaf, daripada masalah terlanjur menjadi pembicaraan orang.
3. Sikap atasan adalah salah satu topik pembicaraan favorit para staff.Meminta maaf dengan simpatik, akan menjadi topik pembicaraan yang berefek positif bagi repusati anda.




WAAHHHhh kalo baca sih gampang banget.Bisa ga yah tar prakteknta kalo dah jadi bos beneran?????Semoga tulisan ini nanti dapat bermanfaat buat saya di waktu yang akan datang....

Durian VS Kedondong VS Apel




Lihat gambar Diatas!! kalau orang disuruh memilih ( belum mengenal ketiga buah itu ) pasti urutan pertama dipilih adalah apel, urutan ke-2 kedondong dan pasti durian akan jadi pilihan terakhir.Orang pertama kali pasti akan memilih berdasarkan penampilan, bukan manfaat, isi dan sebagainya.

Disini saya akan mencoba menganalogikan ketiga buah itu dengan memilih istri ( yang ringan aja dulu yah).Kalo ketika memilih istri saya hanya melihat penampilan luar saja, pasti saya akan memilih temen kerja saya ( puspita ),kenapa?Dia cantik, body oke, pokoknya tipe cewek impian lelaki deh ( fisikalnya yah ) ga bakal ada cowok nolak kalo melihat fisik dia, untuk jadi suaminya.Tapi setelah saya mengenal dia lebih jauh, kayaknya dia ga cocok deh buat saya ,kenapa?????dia gaya hidupnya high class.Suka shooping, belanja, mainnya ke mall/kafe ( mana kuat saya duitnya) hee.ee.eee.Satu lagi dia ga bisa masak, trus gmana nanti, masa jajan terus....... Padahal makanan diluar kan ga terjamin higenis yah?Jadi aku ga milih puspita deh, karena ibarat buah dia adalah buah kedondong, bagus diluar saja, buat jadi ibu rumah tangga dengan suami tipe kayak saya jauhhhh deh .Karena ga milih Puspita yang ibarat buah adalah buah kedondong, ada pilihan lain yaitu Ambar.Dari segi wajah dia biasa saja ( standar gitu kata orang2), tapi dia bisa diajak hidup apa adanya, nurut suami, dah gitu lumayan bisa masak ( walau kadang kadang sering keasinan kalo masak heee.hee.eee ), so pasti ini yang akan saya pilih jadi istri, karena ibarat buah dia adalah durian. dilihat dari luar mungkin jelek, tapi isinya itu loh manis banget bikin ketagihan, bisa nentremin hati kalo lagi emosi.Tapi karena masih ada my wife, yang diibaratkan buah adalah buah apel. Cantik luar dan dalam yah akhirnya saya milih dia dong.heeee.Sudah cantik, sabar, nurut suami, ga pernah nuntut macam macam, bikin hati tentram. ( jelas donk tulis yang baik, kalo jeleknya ditulis juga, tar malam ga dibukain pintu lagi hii.hii.iii.I love you so much my wife.Tapi kalo ga ada apel pasti aku pilih durian.Kalo durian juga ga ada, dana danya kedondong yah mau gimana lagi terpaksa deh ga milih lagi. hiii.hiii.iii

Paragraf di atas hanya intermezo saja biar mau baca lanjutannya yah!
Disaat kita hidup bermasyarakat, sudah pasti kita harus bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, supaya kita tidak menjadi terasing dan diasingkan.Nah ini dia masalahnya, ketika kita memasuki lingkungan baru dan belum mengenal orang orang disana, biasanya kita akan memberikan penilaian terhadap tetangga sekitar, seperti kita menilai ketiga buah diatas.Terkadang belum mengenal lebih mendalam dengan tetangga, kita sudah memberikan penilain, Ibu A itu orangnya ga bersahabat, judes. Atau Bapak C itu orangnya baik, suka membantu.Padahal belum tentu penilaian kita itu benar karena kadang kita menilai tanpa mendalami objek yang kita nilai.Bisa jadi Ibu A yang dinilai ga bersahabat, judes, ternyata setelah kita kenal lebih dalam adalah orang yang baik, chare dengan tetangga, misalnya saja ketika kita sakit,dia nengokin, kasih saran2, supaya kita bisa cepet sembuh dan tabah atas sakit yang kita rasakan saat itu. Sementara Bapak C yang kita nilai baik, suka membantu ternyata........diam diam naksir istri kita, gawat kan??????nah itu tadi makanya jangan menilai sesuatu hanya dari penampilan luar saja.Apalagi dalam menilai seseorang, bisa berakibat fatal.Terbukti, sekarang banyak kan orang yang tertipu sampai ratusan juta rupiah?, karena mudah percaya kepada orang hanya dengan melihat penampilan fisik dia semata.


Terus tentang masalah kerjaan nih sekarang.
Kita selalu melihat dari luar saja dalam menilai sebuah pekerjaan, sehingga terkadang membuat kita sering berpindah pindah kerja.Kita hanya melihat sisi luarnya saja ketika memilih sebuah pekerjaan, tidak mendalaminya lebih jauh lagi. Saya bisa menulis seperti ini karena berdasarkan curhat beberapa orang temen yang sudah beberapa kali pindah kerja.Ketika memutuskan pindah kerja, mereka hanya melihat dari luar saja, wah kerja disana enak tuh apalagi dijanjikan sebuah posisi yang lumayan.Akan tetapi setelah dijalani beberapa bulan, ternyata sama saja.Gaji OK lebih besar, tapi......tanggung jawab juga sangat besar, seolah tidak ada lagi waktu untuk diri sendiri, karena selalu sibuk dengan urusan pekerjaan, meskipun sudah sampai di rumah.Bahkan ketika tengah malam ada masalah di kantor, dia harus siap dihubungi 24 jam.Tuh kan, karena tergiur gaji besar tanpa berpikir beban yang akan diterima, akhirnya di ajuga menyesal dan hanya bertahan beberapa bulan saja.Sekarang dia berpindah kerja lagi, walaupun dengan gaji lebih kecil tapi terasa lebih nyaman bekerja di tempat sekarang.
Dalam memilih pekerjaan, jangan hanya memikirkan faktor gaji yang besar saja ( memang sih ga bis munafik, kerja juga ujung ujungnya duit).Tapi kita juga harus memikirkan faktor kenyamanan lingkungan kerja, kemampuan kita mengerjakan tugas dalam bekerja, dan amsih banayk pertimbanagn lain yang harus kita pikirkan juga.

Lama lama bingung juga yah baca tulisan ini? Intinya apa sih??????????
Inti dari tulisan ini adalah saya ingin mengingatkan kepada diri sendiri, jangan menilai sesuatu dari penampilan luarnya saja, baik itu dalam menilai orang lain, ataupun menilai sebuah pekerjaan dan juga menilai yang lainnya.Penilaian yang tidak obyektif ( hanya dari satu sisi/ penampilan fisik ) akan dapat berakibat fatal.Seseorang yang seharusnya kita jadikan teman, bisa jadi malah kita musuhi.Sementara yang sejatinya adalah musuh kita, malah kita berteman akrab dengan mereka.Pekerjaan yang memang cocok dan layak untuk kita, malah kita tinggal pergi, untuk mendapatkan sesutu yang belum tentu cocok dan pas buat kita nantinya.
JANGAN MEMILIH SESUATU DALAM HIDUP INI, BERDASARKAN PENAMPILAN SEMATA.
PENAMPILAN DAPAT MENIPU. ENTAH ITU PENAMPILAN CALON SUAMI/ISTRI, TEMEN KERJA, TETANGGA, ATAUPUN REKAN BISNIS, DAN SIAPAPUN SERTA DIMANAPUN.KENALI DAHULU, BARU KITA MEMBERIKAN PENILAIAN.ATAU,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,KITA TIDAK USAH MENILAI SEKALIAN.

Rabu, 12 November 2008

Merawat Susah Juga...........???????

Hari ini ( Kamis 13-11-08) badan masih terasa sakit juga yah, padahal kemarin udah dikerokin nih ama Mas Zar, maklum jauh dari istri......kasian banget deh diri ini kalo dah sakit kaya gini...hee.hee.eee.Tapi karena masih belum parah banget nih, masih kuat bangun yah berangkat kerja aza deh.Ga seperti biasa sebelum kerja buka2 internet kali ini ga ahhhh, libur dulu.Selesai urusin kerja rutin pagi ( siapin pengiriman barang ), kok kayaknya badan lemes banget nih, padahal udah sarapan, yah biar cuma nasi uduk sebungkus hii.hiii.iiiiii.Sambil duduk termenung sesaat, tengok kana tengok kiri di ruang kerja. terlihat sesuatu yang menarik hati nih..apaan tuhhhhh.Oalah ternyata ini biang keladinya kenapa saya sering pilek, ternyata debu yang nempel d kipas angin kalo diukur udah lebih dari 1 cm , jorok banget yah.Langsung deh ambil masker, trus bersihin kipas angin sekalian beres2 ruangan biar terlihat rapi gtuh.


Selesai semua aku beresin, termasuk file surat jalan dan po yang kemarin tertunda, terbersit sesutu dihati.Ternyata memang lebih mudah untuk mendapatkan sesuatu yah daripada merawatnya.Hal ini baru aku sadari saat membersihkan kipas angin tadi, terlambat banget yah?Beli kipas angin mudah dan cepat karena butuh dan tinggal minta dana ke purchasing, tapi merawatnya itu loh, terasa males banget.Ternyata selesai aku bersihin kipas dah ga bisa muter.Mungkin ini akibat dipakai setiap hari tapi tidak dirawat.
Sekarang aku sadar bahwa semua perlu perawatan untuk bisa awet, dan memang susah sih merawatnya, karean merawat tidak hanya sekali, tapi harus kontinyu ( weleh gaya banget bahasanya). Kalo beli kan sekali aja, kalo belum rusak juga belum beli lagi.


Seperti juga merawat keutuhan rumah tangga, ternyata susah juga yah.Banyak contoh kasus orang yang sudah menikah berpuluh tahun, akhirnya kandas ditengah perjalanan,mungkin karena ga dirawat yah?Hanya semangat untuk mendapatkan suami/istri.Ketika sudah dapat, dan menemukan banyak kekurangan pada pasangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga , yang ada langsung deh pikiran untuk pisah aja deh.Tidak kembali refleksi ke belakang bagaimana perjuangan ketika mendapatkan cintanya.



Dan masih banyak lagi deh contoh kasus, nggak sekedar beli barang atau mencari suami/istri.Semoga aku senantiasa sadar diri untuk selalu merawat apa yang sudah aku dapatkan yah.Entah itu Istri, anak, piring , gelas, atau mungkin pekerjaan yang sekarang ini.Semoga aku senantiasa ingat dengan tulisan ini yah biar ga lupa diri untuk merawat apa yang sudah didapatkan.Termasuk tentunya menjaga keimanan diri ini janagn sampai tergadaikan dengan apapun juga.


Walah hari ini kayaknya over dosis minum obat, tulisan ga ada yang nyambung?Kayaknya sudah harus mudik nih buat ngilangin pusing???Kangen anak lagi ( istri juga tentunya haa.haa.aaa ).

Senin, 10 November 2008

LEBIH DEKAT KE NERAKA

B icara tentang selebriti memang tiada habis-habisnya. Kelas masyarakat yang satu ini punya keistimewaan tersendiri tidak hanya di mata para penggemarnya. Sebagai lambang “kesuksesan”, popularitas hampir selalu mengiringi para selebriti ini.

Makanya, jalan menuju popularitas begitu diminati dan dicari, meski dengan harga yang tinggi, di antaranya melalui berbagai model audisi. Padahal, berbagai bahaya terkandung dalam popularitas ini, sebagaimana yang kami uraikan dalam “Fikih Keluarga”.


Popularitas inilah yang menjadikan mereka terangkat sebagai sosok teladan dalam kehidupan baik dalam perilaku, gaya hidup bahkan dalam masalah agama. Kalau menilik tingkah polah para selebriti, dominasi maksiat lebih kentara dibanding perbuatan mereka yang berbau surga. lebih jelasnya, silahkan menyimak “Sakinah 1”.
Tidak dipungkiri, memang ada beberapa yang berusaha mencuci kembali kehidupan selebritinya itu dengan amalan-amalan islami. namun sayang, mereka tak menyangka bahwa amalan-amalan tersebut tidak ada dasarnya. Apa saja contohnya? Silahkan baca “Sakinah 2”.
Demikianlah, mengingat begitu banyak perilaku selebriti yang lebih dekat ke neraka, tidak sepantasnya mereka diidolakan apalagi dipuja, apalagi berkeinginan menjadi seperti mereka. namun, sebagaimana pelaku dosa lainnya, tidak tertutup kemungkinan para selebriti itu menjadi penghuni surga, asal mereka taubat dengan sebenar-benarnya.
Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqah (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghah (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rezeki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. maka demi Allah yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Riwayat Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643)
Untuk itulah, banyaknya dosa janganlah membuat pelakunya putus asa dari rahmat Allah, sebaliknya, jangan merasa sombong dan merasa aman dengan banyaknya amalan shalih yang dilakukan, sebab Allah Maha membolak-balikkan hati para hamba-Nya.

SELEBRITI MASUK SURGA?BISA!
A khir-akhir ini masyarakat kita banyak dimanjakan dengan banyaknya ajang-ajang lomba sebagai batu loncatan untuk jadi orang beken alias selebritis. Konon, ajang ini digelar untuk menyalurkan hobi dan bakat-bakat terpendam, khususnya yang dimiliki para remaja, bahkan anak-anak dan balita. Yang bukan lagi remaja atau ABG juga diberi kesempatan. Ada sebuah stasiun televisi swasta yang berbaik hati menggelar ajang untuk orang tua duet bareng anaknya.

Ajang lomba yang ditawarkan juga bermacam-macam. Dari kontes kecantikan putri-putrian, menyanyi, lawak, model dan segudang kontes lain. Tak jarang, bila sudah kebelet ingin menjadi artis, orang memakai jasa agency, atau mendatangi produsen dan sutradara serta mau berpose apa saja, buka-bukaan memperlihatkan aurat hingga rela tak dibayar asal bisa diorbitkan jadi artis. Usai itu bersiaplah ia menapak jalan gemerlap, dunia selebritis yang penuh keindahan semu.
“Dan dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)

NABI BERNAMA SELEBRITIS
Masyarakat kita saat ini tengah mengalami ancaman dekadensi moral secara besar-besaran. Tak cuma informasi yang buruk, dunia hiburan pun ikut menjadi alat perusak moral. Apalagi yang disuguhkan media saat ini selain hanya propaganda dunia selebritis? Informasi dan dunia hiburan tak lagi memberikan sesuatu yang bisa mendidik dan menghibur masyarakat secara sehat, tapi justru memberi pengaruh sebaliknya.
Berawal dari sini dunia hiburan (baca: selebritis) menjelma sebagai nabi baru. Segala sesuatu yang ada pada diri mereka jadi panutan. Begitu mudahnya masyarakat kita meniru mereka. Kita bisa menyaksikan begitu besar dan hebatnya pengaruh selebritis di kalangan generasi muda. Hingga tatkala sang selebritis manggung, mereka rela antri dan berdesak-desakan berjam-jam serta mengeluarkan uang yang tak sedikit. Mereka histeris, berteriak bahkan menangis atau pingsan, jika bisa menyaksikan sang idola di depan mata. Sungguh kepuasan semu yang hanya memberikan kerugian belaka, baik itu secara materi, waktu juga tenaga. Tak lebih.
Pemujaan dan pengidolaan terhadap para selebritis juga banyak terjadi tanpa mengindahkan sisi moral sang selebritis. Sementara pihak-pihak tertentu melihat peluang menggiurkan dengan menjadikan sang seleb yang tengah naik daun untuk menjadi ikon bagi produknya. Misalnya dengan menjadikannya model iklan produk tertentu, sehingga otomatis produk itu akan laris manis di pasaran dan menjadi tren di masyarakat. Muncullah peniruan besar-besaran terhadap sang idola. Dari gaya bicara, cara berpakaian, model rambut, gaya hidup dan sebagainya tanpa mengindahkan pantas tidaknya hal tersebut, dan tanpa menimbang syar’i atau tidak.
Bisa dibayangkan betapa hebatnya pengaruh selebritis, padahal banyak dari mereka yang berkiblat pada dunia barat. Tapi, siapa yang peduli? Sementara banyak dari masyarakat kita yang hanya berpikir instant akibat pengaruh media global yang tak bertanggungjawab. Mereka terus diiming-imingi mimpi ini dan itu, hingga berkeinginan agar bisa seperti artis idolanya dan kalau perlu ikut terjun jadi selebritis.
Fenomena memuja dan mengidolakan selebritis ini akan terus berkesinambungan dengan munculnya kemerosotan moral! Sungguh suatu kenyataan yang menyakitkan. Nabi baru bernama selebritis begitu memesona banyak jiwa. Para penggemarnya dibuat lalai dari mengingat Allah, jatuh bangun dan lupa diri. Na’udzubillah.

SISI GELAP DUNIA SELEBRITIS
Secara naluri, siapa yang tidak tertarik dengan materi dan glamournya hidup yang bisa diperoleh dan dinikmati dari dunia selebritis? Jangankan kita, orang awam dengan modal agama yang pas-pasan. Yang katanya ustadz dan da’i saja, yang tentunya pengetahuan syariatnya lebih dari kita, ikut-ikutan terjun jadi selebritis.
Mereka ikut “ngartis”, main sinetron juga nyanyi! Saking semangatnya, katanya sih untuk melebarkan dakwah. Pak ustadz ini memproduksi filmnya sendiri hingga dibela-belain membuat rumah produksi. Begitulah, dunia selebritas dan pundi-pundi materi juga ketenarannya bisa memerangkap siapa saja, meski mereka tahu atau pura-pura tidak tahu bnayak penyelewengan syariat dalam dunia selebritis.
Gemerlapnya dunia selebritis memang hebat dan meninggalkan kesan wah bagi para pemuja dunia. Tak heran mereka yang terlanjur terbelenggu iming-iming dunia tak peduli bahwa dunia artis secara langsung ataupun tidak langsung ikut ambil bagian dan turut bertanggung jawab dari banyaknya kebobrokan moral.
Kita ambil contoh, akting yang dilakukan artis dalam film atau sinetron hanyalah pura-pura dan bohong. Namun bisa memancing emosi penonton hingga tergerak menirunya. Misal adegan kriminal, korupsi, perkosaan, adegan seks dan gaya hidup bebas lain. Tak mustahil, sedikit demi sedikit “didikan” dari dunia pura-pura ini direalisasikan dalam kehidupan nyata.
Langkah lebih jauh, dunia akting bukan saja bisa mempengaruhi sikap dan gaya hidup seseorang, bahkan bisa mempengaruhi idiologi bahkan keyakinan seseorang.
Contoh lain adalah iklan yang dibintangi artis terkenal, bisa memancing sikap konsumtif dan menumbuhkan rasa tak percaya diri. Hingga kita mengeluarkan uang untuk hal tak perlu dan berlebihan (israf) dalam pengeluaran. Padahal Rasulullah melarang kita bersikap israf dan mengekor begitu saja pada suatu kaum. Sikap-sikap seperti ini bisa memancing frustasi, rasa serba kurang, minder, tidak puas dengan apa yang dimiliki serta selalu kompetitif dalam hal negatif. Karenanya hendaknya kita bertakwa dan berpikir dewasa hingga kita tentram dan tak resah.
“Barangsiapa bertakwa pada Allah akan dijadikan semua perkaranya menjadi mudah.” (Ath-Thalaq: 4)
Dunia artis adalah dunia yang glamour. Yang tak kuat akan terjebak di dalamnya, sebab di sanalah berpusat segala kebobrokan moral. Penyalahgunaan obat terlarang, free sex, minuman keras dan penyelewengan terhadap berbagai norma agama yang lain. Sebagai sosok yang dipenuhi materi, seorang selebritis memang bisa melakukan apa saja dengan materi yang dimilikinya. Maka apa jadinya jika sosok bobrok seperti ini dijadikan idola. Bisa ditebak, kebobrokan moral makin merajalela karena masyarakat berguru pada orang yang salah.
Gaya busana yang tak lagi memenuhi syarat syar’i, wanita-wanita telanjang ataupun setengah telanjang banyak kita temui dalam dunia artis. Aurat dibiarkan terbuka hingga dengan leluasa menjadi santapan mata-mata penuh nafsu. Harga diri dan rasa malu tak lagi berharga dan diobral murah. Mereka seolah tak takut pada sangsi Allah. Dalam haditsnya Rasulullah n bersabda,
Siapa pun wanita yang melepaskan pakaiannya (menampakkan auratnya) bukan di rumahnya sendiri, maka Allah akan merobek tirai kehormatannya (tidak ada penyelamat baginya).” (Riwayat Ahmad, At-Tabrani, dan Al-Hakim)
Selain itu, dalam dunia artis juga banyak terjadi tabarruj dan ikhtilat, pacaran serta hubungan bebas di luar nikah. Para selebritis tanpa beban dan malu berpelukan atau berciuman dengan lawan jenis di depan umum. Zina sudah sangat dianggap hal biasa dalam dunia selebritis. Hal-hal ini jelas menyimpang dari syari’at. Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya (bila) salah seorang di antaramu ditikam dari kepalanya dengan jarum dari besi, adalah lebih baik daripada menyentuh seseorang yang bukan muhrimnya.” (Riwayat Tabrani)
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu sesuatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)
Dalam dunia artis pun, agama dijadikan olok-olok dan diselewengkan. Banyak film mistis yang di dalamnya menampilkan sosok ulama, di sisi lain film yang sama ada adegan umbar aurat dan sosok mbah dukun. Belum lagi sosok si artis yang tanpa beban membuka jilbab. Hal ini sangat menyakitkan, tak peduli meski ia mengaku sudah menyandang predikat haji.
Masih banyak lagi penyimpangan dan pelecehan yang terjadi dalam dunia selebritis. Uraian di atas hanyalah sebagian kecil. Belum lagi efek-efek negatif yang ditimbulkan dari maraknya dunia selebritis terhadap si artis sendiri ataupun masyarakat. Ditambah lagi konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan selebritis di akhirat kelak. Bukankah telah ada ancaman bagi wanita pelaku maksiat yang suka berlenggak lenggok dan pamer aurat, bahwa mereka akan diadzab dan tidak akan mencium baunya surga? Jadi, masihkah menjadi seorang selebritis jadi impian?

SELEBRITIS MASUK SURGA
Yang ini baru berita gembira dan luar biasa. Selebritis masuk surga! Itu bukan hal mustahil dan syaratnya pun mudah. Asal mereka taubat nasuha dan meninggalkan profesi itu. Dan selanjutnya tentunya segera memperbaiki diri dan memperbaiki kualitas ketakwaan dengan belajar agama serta meninggalkan hal-hal yang dilarang syariat.
Tak hanya selebritis, siapa pun bisa masuk surga asal terpenuhi syarat-syaratnya. Persiapkan diri dari sekarang sebelum terlambat untuk meraih jannah-Nya. Sebelum maut menjemput, sebelum dunia digoncangkan dan langit digulung, kesempatan itu masih selalu ada. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyegerakan diri dalam ampunan-Nya.
Disadur dari www.majalah-ummi.com (Kamis, 03 Juli 2008 10:34)

Minggu, 09 November 2008

Bikin Biro Konsultasi ??????LAKU KALI YA....AAAA....AAAA???????

Minggu ini (09-11-08) bener2 badan capek baget deh, abis gaya sih hari sabtu sore main volly 3 set.Mana Pagi2 cucian setumpuk lagi dah direndem dikamar mandi dari semalam.Biasa deh hari libur sibuk ama cucian, kasihan yah diri ini, maklum istri jauh, nyadar aja deh.Sambil nyuci setel aja deh Radio Elsinta kenceng2 lagi bahas tuh eksekusi Amrozi cs.Selesai nyuci masak air sama nasi, abis itu sarapan deh (beli sayur di warung aja lagi malas masak).Selesai makan , minum teh manis tiduran aja deh sambil dengerin radio biar ga ketinggalan berita.Ternyata............pules juga, jam 12.15 baru terbangun lagi langsung ambil wudhu sholat trus makan lagi deh.Ehhhh langit kayaknya dah mendung angkat jemuran dulu ah, abis itu rebahan lagi,........ternyata .....mata ga mau kompromi,kembali terpejam dengan lelap deh...hee.heeee.eeee ( ga bisa deket2 bantal nih ).Jam 16.25 kembali terbangun, mandi trus sholat Asar deh.Abis itu pinginnya belajar sih kan Senin UAS, tapi.........tar aja deh.Alhasil seharian cuma tidur dan tidur kayak beruang kutub aja yah.hii.hiiii
Seharian HP bunyi terus pada minta kirim pulsa, mana pulsa dah abis belum deposit lagi.Kembali HP menjerit jerit saat aku makan setelah Sholat Magrib, ternyata temen yg tinggal di Masjid kasih kabar ada kajian rutin.Langsung deh selesai makan beres2, berangkat ke Masjid ( lumayan buat ngisi hati yg sudah lama nggak disiram nih ).Jam 20.15 kajian selesai trus pingin pulang deh buat setrika pakaian, ehh temen minta tolong, ngajak ke warnet .Katanya pingin belajar bikin email gitu sih,ga jadi pulang deh
ya tapi malah ke warnet, yah itung2 beramal, abis mau beramal duit juga ga punya duit banyak, hii,hii...iiiii.
Sampai ke warnet ternyata penuh cuma sisa 1 komputer kosong.Langsung deh kita mulai pelajaran.Selesai bikin alamat email dan coba2 kirim email temenku ternyata ga konsentrasi lagi, padahal tadi bilang pingin belajar catting.Ternyata dia malah pingin curhat kalo dia lagi proses taaruf.haaa.hahaha.Daripada ngenet ga konsen sayang deh, aku ajak aja dia ngobrolnya diluar, komputer kita off aja.
Dia cerita kalau dia sudah taaruf 5x (sekarang yang k-5).Dua kali ditolak dua kali menolak ( skor sama yah hii.hii.iii ).Nah yang ini bikin dia bingung nih, makanya dari kemarin sms ane mulu tanya kapan punya waktu luang, mau silaturahmi ( ternyata mau curhat masalah ta aruf toh).Dia cerita seminggu yang lalu dia ditawarin akhwat ama temen, trus dia setuju aja dan langsung nadhor ( tatap muka gtuh).Maklum dia kejar target tahun ini pingin dah nikah.Pas ketemu katanya si akhwat diem aja ga tanya apa2, kalo ditanya cuma iya sama enggak.Trus setelah tiga hari berselang, sang comblang sms, "gmana mau lanjut ga"?Temen ane balas tuh mau lanjut ( maksudnya proses pengenalannya biar lebih mantap), eh sama temen yg nyomblangin malah dibalas, mau langsung nikah apa khitbah dulu( walah kayaknya ga nyambung nih).Temen ane balas lagi yah pengenalan lebih jauh dulu aja, masalah latar belakang keluarga ,kerjaan dsb deh .Trus temen ane tanya (penasaran abis waktu diajak gobrol ga nyambung) emang dia lulusan apa, kerja dimana.Dijawab ama si comblang lulusan SD, kerja jadi Baby sitter.Deg temen ane nyesel banget tuh kenapa ga tanya dari awal.Dia ga masalahin sih tentang pendidikan atau pekerjaan, tapi masalah ga nyambungnya itu loh, gmana nanti kalau bener2 nikah, apa ga konslet tiap hari karena ga pernah nyambung?.Mana kabarnya si akhwat sudah bilang ke ortunya lagi.Trus kemarin sang comblang kembali sms gmana kapan mau sowan ke ortu si akhwat???Waduhhhh kok jadi begini.Temen ane bingung sekali dah ,kalo situasi sudah begini.Kalo dibatalin dia takut nanti dinilai, jelek hanya suka main main aja ga serius , kalo dilanjutin dah Sholat istikharoh selama1 minggu ga ada kemantapan juga.Bahkan wajah akhwatnya aja dia lupa.Biasa lah saya hanya bisa berbagi pengalaman saja,sok tua gtuh,Saya nasehatin : nikah , cari istri ga gampang bukan untuk 1 atau 2 hari jangan hanya karena malu, sudah terlanjur, atau alasan apa lah, tapi bukan berdasar kemantapan hati.Nanti yang ada malah mudhorot.Akhirnya dia memutuskan untuk kembali bertemu 1x lagi dengan akhwat itu, buat memantapkan hati apakah maju terus atau mundur teratur ( perang kali ).Semoga segera menenukan jalan terbaik yah.
Jam 23.30 sampai juga dirumah nih.Ternyata ga bisa langsung bobo juga ( kekenyangan bobo siang kali yah).Sambil tiduran kembali teringat curhat temen tadi.Kalo saya pikir banyak juga yg suka minta solusi ke saya setiap punya masalah, entah yg lagi mau taaruf, yang lagi berantem sama istri, putus sama pacar, dimarahin ortu dan kerjaan juga( teringat kembali masa SMA juga seperti ini, banyak juga yg curhat, sekarang temen kuliah juga, temen kerja juga, temen ngaji juga ) banyak bener yah?.Apakah ini modal?????Teringat kata2 dosen Etika Bisnis modal usaha tidak hanya melulu uang, tapi bisa juga ketrampilan atau yang lain.Coba dulu jadi kuliah di jurusan Psikologi wah pasti dah terkenal nih,hee.heee ( hanya mimpi yang ga terwujud ).Sekarang giliran bener2 kuliah ambil manajemen, gmana sih?Yah tapi nggak apa2 deh saya seneng bisa membantu temen2 yang sedang mengalami kesulitan,biarpun sendirinya masalah numpuk dikepala lom selesai juga.Semoga dalam memberikan saran ga salah yah, ga bikin orang kapok.Dan dengan meringankan beban temen beban sendiri juga bisa menjadi ringan nih nantinya.Dah ah malah nelantur hari ini.